Senin, 21 Januari 2013

Memohonkan Hujan Berkat


Taman Berkat
Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Untuk ladang-ladang gersang
Yang dikelola rutin, tapi terasing

Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Bagi tanaman di tanah berantah
mungkin layu kepanasan dan dahaga

Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Bagi bapa, ibu saudara-saudariku
yang payah mengais rezeki di tong sampah

Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Bagi bapa, ibu saudara-saudariku
Yang teronggok di tenda pengasingan

Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Bagi bapa, ibu saudara-saudariku
Yang tersingkir di gubuk kardus bekas

Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Bagi bapa, ibu saudara-saudariku
Yang kelaparan tanpa makanan

Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Bagi para nelayan
Yang hilang terhempas gelombang laut


Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Bagi bapa, ibu saudara-saudariku
Para relawan penolong korban bencana

Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Bagi bapa, ibu saudara-saudariku
Para donatur uang, sandang, pangan dan papan

Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Bagi semua di kolong langit
Semoga saling mengasihi dalam suka dan duka

Kuberlutut sujud kepada Yang Mahakuasa
Memohonkan hujan berkat
Bagi alam semesta
semoga menjadi tempat yang aman bagi semua.
*** rof***


 

Minggu, 13 Januari 2013

Surat Cinta Kakak Kelas




Surat Cinta Putri Gunung
Diam seribu bahasa
Niat terpendam di dasar keraguan
Tidak mungkin
Tidak lumrah
Tidak pantas

Ia sangat cantik
Ia turunan dewi kayangan
Ia rebutan kakak kelas
Ia rebutan mahasiswa
Ia dan aku bagai surga dunia

Ia disapa
Ia digoda
Ia diharapkan
Ia dikagumi
Ia diimpikan

Tatapannya ramah ke setiap mata
Senyumnya merekah seteduh purnama
Suaranya merdu bernggaung melampaui telinga
Getaran cinta menerobos antrian setiap pemuda


Ia memang cantik
Ia sangat cantik
Cantik hatinya
Cantik jiwanya
Cantik budinya

Sayang…
Aku tidak ikut mengantri
Malu ikut berkompetisi
Aku Cuma mengagumi
Cintaku tertuang sampai di puisi

Ia kakak kelasku
Aku sangat cinta kepadanya
Dalam diam
Dalam angan-angan
Dalam inspirasi yang tak pernah ada
Kar’na entah dari mana datangnya

Kakak kelasku tercinta
Terima kasih
Terimalah puisi imajinasiku
Terimalah surat cintaku
Untukmu  yang ada dan tiada

Ada dalam angan-angan
Tiada dalam kenyataan
Engkau kakak kelasku
Engkau memang tak pernah ada
Sekolahku laki-laki semua.

****roy*****






Kamis, 06 Desember 2012

Gita Cinta Di Bukit Cendana




Bunga Cendana




Getaran merdu menyibak kabut duka
Paduan nirwana di bukit cendana
Melanglang menggapai pucuk gaharu
Merayu Naomi yang masih lugu

Tenor dan sopran melengking seirama desau bayu
Alto dan bas meliuk merayap dataran Noelaku
Merdu merayu Naomi yang sedang kasmaran
Hati tergores siulan perjaka Saul Talan

Gita cinta di bukit cendana
Indah terbungkus dalam hutan cemara
Lantaran Saul gagap kata cinta
Dan Naomi baru tumbuh bunga di dada

Senyum malu-malu Naomi
Siulan sumbang Saul Talan
Diiringi lenguh dua kerbau jantan
Dan gemerisik angin di pepohonan

Gita cinta di bukit cendana
Meski sumbang bergetar ragu
Nada dua hati yang sedang bercinta
Saul dan Naomi mencoba berpadu.

**Rof

Selasa, 04 Desember 2012

Puisi Hari Ibu

Puisi Hari Ibu

Ibu
Tiada syair seindah belaian jemarimu
Tiada lagu semerdu nina bobomu
Tiada kitab mampu memuat kasihmu

Suaramu merdu melintasi bukit kelapa
Tatapanmu mengarungi lautan cinta
Bisikanmu menggema jauh ke dalam relung hati
Tempat tautan cinta dan hati

Perjuanganmu membubung ke pucuk bahagia
Harum keringatmu suci tanpa kata
Wejanganmu sederhana kaya makna
Tetap bugar meski dirundung usia
Ibu
Suatu saat mungkin engkau sudah tiada
Namun engkau selalu ada
Tumbuh subur di taman hatiku.
                                               ** roy



Minggu, 11 November 2012

Surat Cinta Di SGB Bungsu

Mereka sudah kalah.

Di bawah pandan serumpun yang tersisa
Kar’na yang lain sirna terseret abrasi
Kita berpasrah dalam senyum penuh arti
Kiasan cinta yang mememori

Kerlingan indah matamu sejernih langit biru
Senyummu seindah pajangan madona
Suaramu mengalun seceria celoteh burung nuri
Desah nafasmu selembut ombak SGB Bungsu

Di sana kutatap laut teluk Lewoleba
Di sana kutatap keindahan bukit Adonara
Di sana kutatap wajahmu yang merona merah
Tatkala di sana aku mengungkapkan cinta.

Biarlah, angin laut tetap sepoi berhembus
Biarlah, daun mangrove tetap berguguran
Biarlah, ombak halus ke laut menyeret pasir
Cinta kita tetap terukir di sini

Dalam memori hati yang tetap bersemi
Disaksikan kemegahan gunung boleng
Disaksikan kepulan asap Ileape
Disaksikan benteng bukit dan rawa-rawa Lewoleba
Dan pulau siput Awololo yang tersembul malu-malu

Meski pandan telah terseret abrasi
Meski mangrove tinggal tunggul yang kalah
Engkau tinggal tetap, ada di sini.
Dalam raga yang mulai renta.

*** royL - nop 12 ***

Sabtu, 10 November 2012

Senandung Cinta Sabu Tobo

Di bawah bayang-bayang hutan kenari
Air berdesir girang menari
Bersama lambaian daun kopi
Menapik cinta yang sedang bersemi

Di sana terukir jaring temali rotan
Menggapai ranting dan pucuk nirwana
Tempat bertengger setiap keindahan

Nafasmu mengepulkan gelora asmara
Bersama harum aroma bunga kopi
Melengkapi gema senandung hutan bambu

Di sana taring celeng tertancap di sabut kelapa
Di sana anak rusa puas memamah
Di sana burung pesolek bebas berdansa
Di sana udang dan ikan mengukir jalan ke samudera

Cintamu total tak berbalas
Menyejukkan tapak kelelahan pengembara
Mengirim hiasan ke hati yang tulus

Aku rindu kembali padamu!

*** royL

Minggu, 21 Oktober 2012

Puisi Cinta Cemara Natal


 Hari ini
Jam sepuluh lima puluh
Memori manis bersamamu bersemi lagi
Cemara Natal
Setelah sembilan tahun kita hidup bersama

Engkau menghiasi kamar mungil
Berdandan asesories dan pernik-pernik imajinasi
Membuat hati memuji dan bersyukur
Kepada Tuhan Sang Pencipta

Engkau diam
Daunmu melambai bersama datangnya bayu
Dan alunan lembut Gloria in excecis Deo
Menghantar hati ke angkasa tak bertepi

Ketika masa Natal berlalu
Engkaupun diangkat keluar rumah
Berbaris dengan palem yang tengah antri
Dan gelombang cinta yang tak kenal layu

Kamu bahagia
Meski bising kendaraan mengganggu kedamaianmu
Asap knalpot menyesakkan pori-pori nafasmu
Kamu tenang, pasrah, bersyukur bahagia

Tetapi suatu musibah menerpamu
Bukan gelombang panas
Bukan kemarau garang yang marah
Dan bukan amukan masa yang haus darah
Engkau dibanting angin utara
Dan jatuh ke selatan terendam air kotor

Engkau diam
Engkau pasrah
Dan engkau mati pelan-pelan

Suara tangismu tak terdengar
Sengal nafas keputusasaan tak terasa
Engkau pucat dan coklat
Dan semakin gampang dipermainkan angin utara

Hari ini
Jam sepuluh lima puluh
Kurelakan tukang sampah membawamu pergi
Mengendarai kereta nabi Yunus

Selamat jalan cemaraku
Engkau telah mewarnai hari-hari yang sepi
Engkau telah mengiringi puji syukur ke hadirat Sang Ilahi
Engkau telah berjasa
Dalam musik alam yang merdu

Semoga Tuhan Sang Mahaluhur
Menyambutmu di firdaus abadi.
Sunter dua-dua Oktober
Hari sendu nan suci.

*** Rof ***